Legenda Kecamatan Medan Marelan
Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang raja yang sangat perkasa bernama Sisingamangaraja III. Ia adalah seorang penguasa yang bijaksana dan disegani oleh rakyatnya. Wilayah kekuasaannya cukup luas, mencakup tanah-tanah subur yang kini dikenal sebagai Kota Medan.
Raja Sisingamangaraja III dikenal memiliki banyak anak. Anak-anaknya ditempatkan di berbagai wilayah untuk menjaga kedamaian dan memperluas pengaruh kerajaan. Suatu hari, ia memanggil anak pertamanya yang bernama Mar dan memberikan perintah khusus.
Sisingamangaraja III menyuruh Mar untuk pergi ke wilayah utara guna memimpin dan membangun kekuasaan di sana. Dengan penuh semangat dan tanggung jawab, Pangeran Mar pun mempersiapkan perjalanan panjangnya ke daerah tersebut.
Sesampainya di wilayah utara, Mar dan rombongannya melewati berbagai daerah yang masih asri dan dipenuhi dengan alam yang indah. Di tengah perjalanan, ia melihat seorang wanita cantik yang sedang memetik daun pisang di tepi jalan.
Pemandangan itu membuat Mar penasaran. Ia lalu menyuruh pengawalnya untuk menghentikan kereta kudanya. Tanpa ragu, Mar turun dan mendekati wanita tersebut untuk menanyakan siapa namanya.
Wanita itu menjawab dengan lembut bahwa namanya adalah Elan, putri dari Syeikh Syaid Muhammad Ibnu Attahir Al-Jufri. Melihat kecantikan dan kelembutan Elan, Mar langsung jatuh hati. Tanpa membuang waktu, ia pun menyatakan keinginannya untuk menikahi Elan.
Elan terkejut namun bahagia. Ia mengetahui bahwa Mar adalah seorang pangeran dari kerajaan besar. Dengan hati yang tulus, Elan menerima lamaran Mar dan bersedia menjadi pendamping hidupnya.
Keesokan harinya, pernikahan Mar dan Elan dilangsungkan secara megah di istana kerajaan. Raja Sisingamangaraja III turut merestui pernikahan itu dan mendoakan kebahagiaan mereka.
Setelah upacara pernikahan, Mar dan Elan menaiki kereta kuda menuju wilayah utara, tempat di mana Mar ditugaskan untuk memimpin. Mereka berdua tiba di daerah itu dan mulai membangun kehidupan baru.
Sebagai lambang cinta dan awal baru mereka, wilayah tersebut mereka beri nama MARELAN, yang merupakan gabungan dari nama mereka berdua: Mar dan Elan. Sejak saat itulah, daerah tersebut dikenal dengan nama Medan Marelan.

Mantap
BalasHapussingkat, pdat, jelas agen tiket online surabaya
BalasHapusPalsu
BalasHapuskeren
BalasHapusBukannya nama marelan berasal dari orang belanda yaitu maryland?
BalasHapus